Memaknai Lebaran 1441 H di Tengah Pandemi

Opor Ayam

Sebetulnya, sejak lebaran tahun lalu, sejak aktif di Cookpad-dianggap bisa memasak, saya sudah menerima pertanyaan "menu  khusus apa untuk lebaran di rumah sendiri( bukan rumah ortu)". Saya cuma tertawa, sambil mengatakan "tidak mungkin". Selama ada ortu itu berarti tidak akan ada menu lebaran khusus keluarga di rumah saya.

Qodarullah...

Cukup satu tahun untuk membuat hal yang tidak mungkin, menjadi kenyataan. Sayangnya, dengan latar cerita yang tidak disangka. Dengan kondisi yang jauh dari normal. Sedih pasti. Tapi, harus berusaha untuk tetap normal. Banyak memohon ampun dan berbaik sangka kepada Allah, bahwa:

1. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

2. “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

3. “Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)

4. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 216)

5. “…mereka membuat rencana, dan 
Allah pun membuat rencana (pula). Dan 
Allah sebaik- baik perencana.” (Al-Anfal:30)

Wallahu a'lam bishawab, dan hanya Allah swt yang Maha Mengetahui.

Kembali pada pertanyaan yang makin sering datang, menu Lebaran apa untuk menyambut Lebaran? Yang semestinya harus manusiawi
Karena, akan ada yang tidak leluasa ber-Lebaran karena menjadi 'garda terdepan' pandemi, ada pula yang tidak memiliki kesempatan untuk memilih menu makanan apapun.

Sementara saya mulai dari lontong bikinan teman. Menu selanjutnya, masih menunggu 'hilal'...

(Ditulis sebelum 1 Syawal 1441 H)


Najiyyatul Ummah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar