Ternyata Lagu Anak Legendaris ini Memiliki Manfaat untuk Disiplinkan Anak Lho!


Mengapa Perlu Disiplin?

Setiap orangtua pasti ingin mempunyai anak-anak yang baik.  Entah dalam sikap, perbuatan maupun kehidupannya, baik di dunia maupun akhiratnya kelak.  Oleh karena itu, sejak seorang anak masih di dalam kandungan hingga terlahir dan tumbuh dewasa, orangtua akan berusaha yang terbaik untuk mengawalnya. 
Sayangnya, tidak semua hal yang diusahakan berjalan dengan mulus.  Misalnya, soal disiplin.  Penulis mengalami saat anak-anak sulit untuk berangkat sekolah tepat waktu.  Mungkin saat usia dini itu masih sesuatu yang bisa ditolerir.  Namun, saat anak-anak masuk ke jenjang sekolah dasar itu akan menjadi momok karena sudah memiliki aturan waktu yang wajib ditaati.

Mungkin ada sebagian orangtua yang merasa santai.  Meskipun ada aturan waktu bisa saja dilanggar dengan  alasan pihak sekolah menerima.  Namun, ada aturan yang lebih tinggi dari aturan sekolah, yakni aturan Tuhan

Untuk seorang muslim ada sebuah kewajiban bagi yang sudah balig atau dewasa, yaitu wajib melaksanakan salat 5 waktu.  Dan salat yang pertama dikerjakan selepas bangun tidur adalah salat Subuh.  Waktunya singkat dan semestinya harus dikerjakan tepat waktu.  Sinkron kan dengan aturan berangkat sekolah tepat waktu.  Sinkron pula dengan disiplin waktu.

‘Bangun Pagi’ Improvisasi

Beberapa waktu yang lalu, penulis pernah mengikuti sebuah kajian di sekolah anak-anak.  Salah satu bahasan dalam tausiyah ustazah saat itu adalah tentang pentingnya mengajarkan kedisiplinan pada anak.  Disiplin yang pertama harus diajarkan adalah tentang bangun pagi.  Dan sebaiknya sejak usia dini telah ditanamkan.

Ustazah mengemukakan sebuah fakta.  Bahwasanya bangun pagi sejatinya adalah kebiasaan yang tidak mengenal ‘tanggal merah’ atau hari libur.  Karena seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, di saat pagi hari setiap muslim memiliki kewajiban untuk salat.  Berbeda dengan bersekolah atau bekerja yang memiliki waktu libur.


Kemudian, ustazah menyarankan sebuah cara yang bisa dilakukan orangtua saat membangunkan anak-anak sedari kecil.  Yakni, lewat sebuah lagu anak berjudul ‘Bangun Pagi’.  Namun, liriknya diubah, dari ‘bangun tidur ku terus mandi’ menjadi ‘bangun tidur ku terus salat’. Dan seterusnya, bisa diimprovisasi sendiri, dengan tujuan untuk memotivasi anak agar bangun pagi setiap hari tanpa mengenal libur.

Pilihan Penulis, Kembali ke ‘Bangun Pagi’ Versi Pak Kasur

Setelah mendengar tausiyah ustazah, sebagai orangtua tentu menjadi tercerahkan.  Dengan cara yang dikemukakan lewat sebuah lagu anak yang diimprovisasi, juga bukan hal yang baru didengar.  Hanya alasannya saja yang baru kali itu penulis tahu secara jelas.

Penulis sudah mencobanya pada anak-anak, yaitu pada usia 4 dan 7 tahun.  Mereka sebetulnya tidak sulit untuk bangun pagi.  Tetapi dengan adanya sebuah kewajiban setelah pertama membuka mata, itu masih cukup berat.  Untuk si Usia 7 Tahun yang seharusnya sudah masuk tahap serius belajar salat, seringkali bisa melakukan tetapi terlihat sangat terpaksa.  Jika dipaksa apakah ke depannya dia bisa benar-benar tulus mengerjakannya?  Bisa, tapi entah kapan.  Untuk si 7 Tahun saja seperti itu, bagaimana dengan si 4 Tahun?

Penulis berandai-andai jika gerakan salat mereka bisa dibantu, tentu akan dilakukan.  Sayangnya tidak, anak-anak tidak seperti boneka tali yang mudah digerakkan sesuka hati.  Anak-anak akan bergerak sesuai kata hati mereka.  Orangtua lah yang membimbing agar hati mereka mau menggerakkan kepada hal yang sebaiknya. Karenanya penulis kemudian kembali teringat pada lagu ‘Bangun Pagi’, kali ini pada versi sesungguhnya.  

Sumber: kukuhandriansah.blogspot.com
Lagu dengan lirik yang sederhana, namun dikenal oleh seluruh anak Indonesia.  Dilansir dari kukuhandriansah.blogspot.com (2/2/2016), lagu ini diciptakan oleh Soerjono atau biasa dipanggil Pak Kasur.  Beliau lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 26 Juli 1912.  Karena lagu-lagu ciptaannya selalu menginspirasi anak-anak, maka beliau dapat disebut sebagai tokoh pendidikan Indonesia.


‘Bangun tidur ku terus mandi’, kalimat tersebut mengingatkan pada didikan orangtua penulis saat kecil.  Bangun pagi adalah mutlak, jika hari libur sekolah, setelah aktivitas mandi dan sarapan maka saat tu adalah waktu santai.  Tapi aturannya bangun pagi dan mandi adalah keharusan. 

Bagaimana dengan salat?  Seiring bertambahnya usia, Alhamdulillah salat juga telah menyatu dalam kebiasaan atau rutinitas wajib.  Dan perasaan saat melaksanakannya juga bukan keterpaksaan.

Setelah penulis aplikasikan aturan mandi setelah bangun tidur, Alhamdulillah lebih lancar.  Lebih mudah dilakukan, karena aktivitas mandi bisa dibantu oleh orangtua.  Sehingga si anak mau tidak mau pasti terjadi.  Dan biasanya setelah mandi, suasana hati anak-anak lebih baik, lebih semangat.  Dan biasanya saat diperintahkan untuk salat tidak menolak.  Alhamdulillah, semoga istikamah dan semakin baik.

Simpulan

Ada banyak acuan dalam kehidupan, baik dari sumber agama atau pengalaman orang lain.  Kita bisa saja langsung mempraktekannya.  Namun, jika menemukan hambatan, mungkin kita perlu merubah sudut pandangnya. 

Seperti melihat lagu ‘Bangun Pagi’.  Ada yang menganggap biasa, namun bisa juga berarti lebih karena bisa menginspirasi.  Menjadi ide untuk mendisiplinkan anak-anak.  Disiplin bangun pagi dengan versi lagu anak ini, jika dipraktekkan ternyata bisa mempermudah urusan dunia sekaligus akhirat.

Satu hal lagi, disiplin pada anak tidak akan berhasil jika orangtua juga tidak menerapkan pada dirinya. Jadi, bergeraklah bersama-sama.

Wallahu 'alam bishawab, dan hanya Allah swt yang Maha Mengetahui.

Najiyyatul Ummah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar