Kunci Sukses Menyapih ASI Si Kecil

Sumber: pixabay.com
Bagi seorang ibu mungkin menyapih ASI dari si kecil merupakan perkara yang sama beratnya seperti mempersiapkan kelahirannya.  Seringkali para orangtua merasa bimbang kapan saat yang tepat untuk menyapih, dan dengan cara apa.  Ada pula yang sering gagal dikarenakan faktor tidak tega. 
Tapi tahukah Ibu, bahwa menyapih ASI itu bisa juga berlangsung dengan cepat sekaligus tidak meninggalkan efek trauma kepada si kecil.  Berdasarkan pengalaman pribadi, kunci utamanya adalah keyakinan ibu.  Yakinlah bahwa proses menyapih si kecil adalah yang terbaik untuk proses tumbuh kembangnya, serta mendatangkan banyak hal yang positif.
Untuk memperkuat keyakinan tentang menyapih ASI bagi si kecil, Ibu bisa memperoleh anjuran-anjurannya melalui  ajaran agama yang dianut.  Selain itu, bisa juga dari referensi kesehatan yang kini banyak dipublikasikan media.
Jika dalam ajaran Islam, patokan yang digunakan untuk menyapih adalah saat si kecil berusia dua tahun atau 24 bulan.  Ada pula ayat yang menyatakan angka 30 bulan sebagai waktu akumulasi mengandung dan menyapih.  Jika mengandung 9 bulan,maka waktu  menyapihnya adalah ketika si kecil berumur 21 bulan.  Ya, patokan dua tahun atau 24 bulan ternyata bukan angka yang mutlak, bisa kurang dan mungkin lebih. 
Kondisi fisik dan psikis ibu dan si kecil adalah pertimbangan juga untuk menentukan bilangan waktu yang tepat (masih dalam kisaran 24 bulan,kurang atau lebih).  Jika ibu melihat kondisi fisik si kecil senantiasa stabil, aktif dan ceria,maka itu bisa menjadi patokan awal bahwa menyapih bisa dilakukan.
 Jika ibu merasa sudah kurang nyaman dengan aktivitas menyusui si kecil, misalnya si kecil terlalu aktif bergerak saat menyusui, atau mulai usil dengan menggigit atau main-main, maka ibu pun berhak untuk menyapihnya.  Dalam Islam, dibolehkan menyapih jika ibu sudah merasa susah untuk menyusui si kecil.  Kerelaan kedua belah pihak dan dirundingkan masak-masak sangat perlu dilakukan.
Itulah beberapa hal yang bisa memperkuat keyakinan Ibu untuk menyapih si kecil.  Perlu diputuskan jauh-jauh hari agar keyakinan juga mulai ditata dan tidak goyah.  Ibu yang tidak kuat,akan mudah goyah.  Bukan si kecil atau ayah atau sanak keluarga yang lain yang menentukan keberhasilan proses penyapihan ASI, tapi hati Ibu lah kuncinya.
Semoga bermanfaat.

Referensi:
http://www.caraspot.com/pandangan-islam-soal-menyusui-dan-waktu-menyapih-anak.html

Najiyyatul Ummah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar