Bersyukur Melalui Makanan (Spesial Resep Sederhana Mangut Ikan Pari Asap atau Iwak Pe Asap)

Jika selama ini kita menganggap "jaman now" selalu berkaitan dengan segala sesuatu yang kurang baik, seperti pergaulan anak-anak yang meresahkan, atau tindakan kriminal yang semakin banyak, atau adanya  perkembangan teknologi yang membuat para orangtua waspada. Mungkin sudah seharusnya kita sedikit berpikir keras untuk menemukan hal-hal tersembunyi yang bisa membuat kita bersyukur, bahwa kita bisa hidup di masa kini.
Mau tahu caranya? Tidak lain tidak bukan lewat topik kita kali ini, tentang makanan. Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Buktinya, dari lahir hingga meninggal kelak kita akan membutuhkan makanan. Namun, tahukah jika proses membuat makanan atau memasak itu juga mempunyai perkembangannya sendiri?
Kita tidak berbicara soal chef yang pasti tahu betul sejarah mengolah makanan dan seluk beluknya, tetapi ini adalah tentang cara memasak seorang ibu biasa. Saya melihat dari ibu saya memasak. Beliau tidak memiliki referensi tertentu, yang utama memang dari cara ibunya ibu  sendiri (nenek saya). Namun, acapkali saya mengomentari caranya saat mengolah suatu resep tertentu, "Bu, kayaknya dulu tidak seperti ini hasilnya?". Atau di lain waktu ibu sendiri yang mengatakan, "Ibu kemarin ketemu temen, trus katanya kalo bikin caranya begini, enak!".
Sudah bisa melihat apa yang saya maksud? Referensi. Ya, cara ibu memperoleh referensi makanan atau masakan lah yang berbeda. Di jaman sekarang, referensi sudah tidak berbatas, hanya lewat orang-orang yang ditemui secara langsung. Hanya dengan  duduk manis di rumah atau sembari tiduran selonjoran, kita sudah bisa mengetahui macam-macam cara memasak. Lewat kemajuan teknologi, smartphone yang bisa membuat kita berselancar di dunia maya dan ber-sosial media. Sehingga sebetulnya tidak ada lagi masalah saat kita merasa gagal membuat sebuah masakan, karena kita bisa temukan alternatif lainnya. Atau penghuni keluarga merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja. Karena ada banyak pilihan resep, dari yang bumbu lengkap atau sederhana yang bisa ditiru di rumah.
Memang sih cuma ada dua hal yang menjadikan hal tersebut sulit dan tak mau mencoba,  yaitu karena malas ato "bukan tangan ajaib", kalau kata sahabat saya, hehe... Yang pasti inilah cara kita, khususnya orangtua, khususnya lagi ibu-ibu, untuk sedikit bernapas lega, mensyukuri bahwa hidup yang diberikan-Nya bukan lah kesia-siaan, hidup bisa dibawa bahagia, asalkan kita juga mau berpikir "beda" sedikit.
Nah, ngomongin soal masakan, tetapi tanpa contoh masakannya nanti dianggap "tong kosong nyaring bunyinya" ya, hehe.... Okey, kali ini saya sudah mengulik sebuah resep yang selama berhari-hari setelah melihat postingan masakan ini di Instagram rasanya selalu berkecamuk di pikiran. Mangut ikan asap karya Buk Yanes-lah (Instagram: Yanesthi) yang akhirnya saya eksekusi. Resepnya sederhana, dan foto serta caption-nya nampak menggugah selera. Cuma seorang perempuan kali ya yang mudah "baper" sama makanan, hehe.... Alhamdulillah semua bahan bisa didapatkan dengan mudah, terutama bahan utamanya, ikan pari asap. Gegara ikan pari asap, saya jadi tahu nama lain ikan tersebut, yakni iwak pe. Karena di Indramayu, tempat saya tinggal sekarang, disebut demikian.


Mangut Iwak Pe Asap dan Tahu Putih
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Sekilas mengenai Mangut, seperti dilansir dari www.sarihusada.co.id (penulis Diah Didi, 20/5/2013), Mangut adalah salah satu jenis kuliner di wilayah pesisir. Masakan mangut ini adalah masakan berkuah santan yang terkenal pedas, dengan bahan utama ikan pari asap atau iwak pe asap atau ikan manyung asap dan kepalanya ini. Selain ikan asap, dalam hidangan mangut ini bisa juga di lengkapi dengan tempe atau tahu. Selain rasanya lebih enak, juga kandungan gizinya lebih komplet. Di daerah Pantai Utara Jawa Tengah, masakan ini menjadi salah satu menu sehari-hari.
Berikut ini resep mangut karya Buk Yanes. Beliau menggunakan 1/4kg ikan pari asap (digoreng terlebih dahulu sebentar) dan 3 butir telur rebus.


Resep Mangut Ikan Pari Asap atau Iwak Pe Asap
1. Bumbu halus, berupa 6 bawang merah, 4 bawang putih, 5 cabe keriting (saya tambahkan rawit agar pedas), 2 butir kemiri, 1/2 ruas jari kunyit, 1/2 ruas jari jahe. 
2. Bumbu cemplung, 1 sereh geprek, laos geprek, 2 daun salam, 4 daun jeruk, 1 sdt gula merah.
3. Tumis bumbu halus dan bumbu cemplung sampai matang dan berminyak. 
4. Masukkan air secukupnya, masukkan ikan pari goreng dan telur. (saya menggunakan tambahan tahu putih) 
5. Masukkan 1/4 bgks santan kara, masak sampai mendidih.
6. Kalau sudah mendidih dan bumbu meresap, tambahkan garam, cicipi rasanya. Tambahkan kaldu bila perlu. 
7. Masukkan sisa santan kara lalu masak lagi mangut sampai santan dan bumbu benar-benar matang.

Najiyyatul Ummah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar